Senin, 14 Januari 2013

Washiat Imam al-Ghazali dalam Kitab Ayyuha al-Walad


Washiat Imam al-Ghazali dalam
 Kitab Ayyuha al-Walad
Oleh Ahmad Rivauzi, MA
                        Al-Ghazali menulis dalam Kitab Ayyuha al-Walad sebuah riwayat tentang Hatim al-Asham salah seorang sahabat al-Syaqiq al-Balkhi. Suatu hari al-Syaqiq bertanya kepada Hatim tentang faedah ilmu yang ia peroleh. Hatim menjawab tentang faedah yang dapat membawa kepada keselamatan hidup. [1]
                        Pertama, aku lihat makhluk dan setiap orang memiliki sesuatu yang dicintai. Sebagian yang dicintai itu ternyata menyebabkan pemiliknya sakit dan membawa kepada kematian dan masuk kubur. Semua yang dicintai itu membiarkannya masuk kubur sendirian dan tidak ada yang menemaninya satupun. Oleh karena itu aku mencintai amal shaleh yang akan menemaniku
                        Kedua, aku lihat orang-orang berlomba-lomba menuritu hawa nafsu. Aku renungkan firman Allah QS An-Nazi’at, 79: 40-41, Akupun cepat-cepat menundukkan hawa nafsuku
وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى , فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى
             Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan  menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal (nya). QS An-Nazi’at, 79: 40-41

                        Ketiga, aku lihat manusia berusaha mengumpulkan harta duniawi kemudian menahannya erat-erat supaya tidak lepas. Mereka juga mengharapkan segala sesuatu yang dimiliki oleh manusia lainnya. Aku renungkan firman Allah QS an-Nahl, 15: 96
مَا عِندَكُمْ يَنفَدُ وَمَا عِندَ اللّهِ بَاقٍ وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِينَ صَبَرُواْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ
Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS an-Nahl, 15: 96)

                        Aku serahkan duniaku untuk tujuan ibadahku kepada Allah, membantu fakir miskin dll
                        Keempat, aku lihat manusia menduga kemuliaan terletak pada kemasyhuran, banyaknya harta, dll dan membanggakan diri dengan semua itu. Aku pilih takwa karena firman Allah QS. Al-Hujurat, 49: 13
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوباً وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.(QS. Al-Hujurat, 49: 13)
Kelima,aku lihat sebagian orang mencela dan menggunjing sebagian yang lain. Sepengetahuanku itu disebabkan karena iri dan dengki karena harta, ilmu, dan kedudukan. Maka aku jauhkan sifat hasud dan aku redha kepada ketentuan Allah. QS. Al-Zukhruf, 43: 32
أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَةَ رَبِّكَ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُم مَّعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُم بَعْضاً سُخْرِيّاً وَرَحْمَتُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ
Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain beberapa derajat, agar sebahagian mereka dapat mempergunakan sebahagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.( QS. Al-Zukhruf, 43: 32)
Keenam, aku lihat sebagian orang memusuhi yang lainnya. Pada hal Allah berfirman QS. Fathir, 35: 6
إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوّاً إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ
Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh (mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. QS. Fathir, 35: 6
Ketujuh, aku lihat setiap orang berusaha tekun mencari penghidupan dunia, sehingga tidak mempedulikan halal dan haram. Allah berfirman QS Hud, 11:6. Sehingga aku putuskan harapanku kepada selain Allah.
وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ
 Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh (QS Hud, 11:6)
Kedelapan, aku lihat manusia banyak bergantung kepada dunia, harta, pangkat, pekerjaan, dan kepada sesama makhluk. Aku bertawakkal kepada Allah karena Dia yang bisa menjaminku. Firman Allah QS. Al-Thalaq, 65: 3
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْراً
Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.( QS. Al-Thalaq, 65: 3)
                        Syaqiq berkomentar, “semua kitab suci Allah bermuara kepada delapan faedah itu. Siapa yang mengamalkanya itu berarti telah mengamalkan semua kitab suci Allah





                [1] Abdul Ghani Abud, Wahai Ananda; Washiat al-Ghazali Atas Pengaduan Seorang Muridnya. Judul Asli: Ayyuha al-Walad, penj: Gazi Saloom, (Jakarta: IIMaN kerjasama dengan Hikmah, 2003)  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar